|
Contributed by Prabu S
|
|
Sorang Insinyur dati ITS
mendesain sebuah rumah yang diklaim sebagai rumah anti banjir. Gubernur DKI
Jakarta yang sudah bosan dengan banjir kiriman dari Bogor segera memanggil Insinyur tersebut
untuk mem-presentasikan desainnya tersebut.
Ternyata rumah anti banjir tersebut didisain dengan konstruksi apung. Sehingga
menurutnya setinggi apapun banjir penghuni dan isi rumah tetap selamat, karena
rumah akan mengikuti ketinggian permukaan air.
Pak Gubernur segera berkoordinasi dengan Wilayah Propinsi Jabar dan Banten dan
menginstruksikan agar dibuatkan Perda tentang ketentuan mengenai rumah anti
banjir. Akhirnya seluruh rumah di bantaran sungai dibangun dengan disain anti
banjir.
Suatu ketika datang musibah banjir besar. Pemukiman yang berada di bantaran
sungai berhasil selamat. Tidak ada korban jiwa dilaporkan. Tetapi akhirnya
gubernur kebingungan soalnya seluruh rumah warga Bogor, Depok, dan Banten terbawa hanyut ke Jakarta.
|
|
|
Contributed by Prabu S
|
|
Suatu pagi, seorang pria
menelepon sebuah perusahaan taksi dan mengadu bahwa taksi yang dipesannya untuk
mengantarnya ke bandara belum juga datang. Seorang operator yang menerima
telepon itu segera meminta maaf. "Maafkan bila taksi yang Bapak pesan
belum sampai," kata operator itu.
"Tapi, jangan kuatir, Pak. Pesawatnya selalu terlambat."
"Tentu saja hal itu akan terjadi pagi ini." Penelepon itu dengan
keras berteriak, "Karena sayalah pilotnya!"
|
|
|
Contributed by Prabu S
|
|
Suatu hari, Firman bertanya
kepada Benny, sahabatnya, yang sebentar lagi menikah dengan Lia.
Firman: "Kamu kok lesu? Sebentar lagi kamu kan mau menikah ...."
Benny : "Aku bingung mencari mas kawinnya."
Firman: "Oooh ... itu. Kasih aja alat-alat kecantikan."
Benny : "Bukan itu masalahnya. Dia menginginkan mas kawin yang sesuai
dengan namanya"
Firman: "Emang nama lengkapnya Lia siapa, sih?"
Benny : "Intan Permata Berlian"
|
|
|
Contributed by Prabu S
|
|
Leni adalah seorang isteri
yang sangat peka akan suara-suara aneh di malam hari. Dia selalu membangunkan
Ari suaminya jika ada suara aneh sedikit saja. Alasannya adalah, "Pa,
bangun, Pa .... Ada
pencuri di rumah kita!" Kejadian ini terjadi hampir tiap malam selama 20
tahun pernikahan mereka.
Pada suatu malam, seperti biasanya, ada suara aneh di dalam rumah mereka. Leni
langsung terbangun dan membangunkan suaminya dengan goncangan keras, "Pa,
bangun, Pa .... Ada
pencuri di rumah kita!"
Ari tahu, satu-satunya cara untuk dia bisa tidur dengan tenang kembali adalah
dengan memeriksa keadaan rumah mereka dan memastikan bahwa semuanya baik-baik
saja.
Tetapi malam itu berbeda. Benar-benar ada pencuri di rumah mereka.
Saat pencuri akan melarikan diri, Ari mencegahnya dan berkata, "Stop! Anda
harus ikut dengan saya dan bertemu dengan isteriku!"
Si pencuri terkejut dan menghentikan usaha pelarian dirinya.
"Mengapa Anda ingin saya menemui isteri Anda?"
Ari menjawab, "Karena dia sudah menanti kedatanganmu di rumah ini sejak 20
tahun yang lalu!"
|
|
|
Contributed by Prabu S
|
|
Sebuah kontes betis terindah
baru-baru ini diselenggarakan dengan persyaratan:
1. Peserta adalah wanita berusia minimal 17 tahun dan belum menikah.
2. Memiliki berat dan tinggi badan proporsional.
3. Berpenampilan menarik.
4. Belum pernah menjuarai kontes serupa.
5. Keputusan panitia adalah final dan tidak dapat diganggu gugat.
6. Betis yang telah dilombakan menjadi milik panitia.
|
|
Last Updated ( Jan 26, 2010 at 10:06 PM )
|
|
|
|
<< Start < Previous 1 2 3 4 Next > End >>
|
| Results 1 - 9 of 28 |