Advertisement
games
Asah Otak
Main Menu
Home
Advanced Search
Getting Started
LINK Sites
FAQs
Blog
News Feeds
Contact Us
INFO FLASH

Imagedi NEPTUNE ngenet mulai Rp 1000/jam!!
Member hanya Rp 500 per 15 Menit? (2000/jam)
Personal Happy hour Malam cuman 2400/jam

NEPTUNE
M E M B E R M E M B E R
Usaha Anda Usaha Anda
Artikel
Sekripsi Sekripsi
Renungan Renungan
Cerpen Cerpen
Anekdot Anekdot
Geguyon Ha Ha Ha Geguyon Ha Ha Ha
BERITA
Lokal Lokal
Nasional Nasional
Internasional Internasional
Iptek Iptek
Sport Sport
Kesehatan Kesehatan
Statistics
Visitors: 259161
Home arrow Blog arrow Renungan arrow Sayap Yang Kerdil
Sayap Yang Kerdil PDF Print E-mail
User Rating: / 0
PoorBest 
Written by Administrator   

Ini adalah kisah yang dialami oleh sebuah keluarga burung Rajawali.  

Rajawali adalah burung raja udara, dengan sayapnya yang lebar dan gagah sangatlah ditakuti oleh burung dan binatang lainnya.  Suatu hari beberapa telur menetas menjadi burung-burung kecil rajawali yang indah dan sehat.  Si induk pun sangat bahagia dan merawat mereka semua dengan penuh kasih sayang.

Hari berganti hari,  bulan berganti bulan. Burung-burung kecil inipun mulai dapat bergerak lincah. Mereka mulai belajar mengepakkan sayap, mencari-cari makanan untuk kemudian mematuknya.


Dari beberapa anak burung ini tampaklah seekor burung kecil yang berbeda dengan saudaranya yang lain. Ia tampak pendiam dan tidak selincah saudara-saudaranya. Ketika saudara-saudaranya belajar terbang, ia memilih diam di sarang daripada lelah dan terjatuh, ketika saudara-saudaranya berkejaran mencari makan, ia memilih diam dan menantikan belas kasihan saudaranya. Demikian hal ini terjadi seterusnya.

Saat sang induk mulai menjadi tua dan tak sanggup lagi berjuang untuk menghidupi anak-anaknya, si anak burung ini mulai merasa sedih. Seringkali ia melihat dari bawah saudara-saudaranya terbang tinggi di langit. Ketika saudara-saudarnya dengan lincah berpindah dari dahan satu ke dahan yang lain di pohon yang tinggi, ia harus puas hanya dengan berada di satu dahan yang rendah. Ia pun merasa sangat sedih.

Dalam kesedihannya, ia menemui induknya yang sudah tua dan berkata, “Ibu, aku merasa sangat sedih, mengapa aku tidak bisa terbang setinggi saudara-saudaraku yang lain, mengapa akau tidak bisa melompat-lompat di dahan yang tinggi aku hanya bisa berdiam di dahan yang rendah?”

Si induk pun merasa sedih dan dengan air mata yang berlinang ia berkata, “Anakku, engkau dilahirkan dengan sayap yang sempurna seperti saudaramu, tapi engkau memilih merangkak menjalani hidup ini sehingga sayapmu menjadi kerdil.”

Hidup adalah kumpulan dari pilihan yang kita buat.  Pilihan kita hari ini membangun dan membentuk bagaimana hidup kita di masa depan. Kita semua memiliki kebebasan memilih dan sejak lahir kita adalah seorang juara, tetapi setelah kita lahir kita akan dikendalikan oleh pilihan kita, jadi berpikirlah sebelum berbuat, sadari setiap konsekuensi dari pilihan yang kita buat.

Semoga bermanfaat

Dikirim oleh Tari 

 

Last Updated ( Oct 15, 2009 at 09:11 AM )

"Lebih bisa melawan orang yang kuat dari pada melawan "hati nurani" dalam melakukan suatu kejahatan." Immer

Polls
Apa yang anda banyak lakukan saat di Warnet?
  
Advertisement